preloader
Get In Touch
541 Melville Ave, Palo Alto, CA 94301,
ask@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.705.5448
Work Inquiries
work@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.306.6725

IMM UMM Gelar Aksi Solidaritas, Bentuk Kecaman Tindakan Represif Aparat di Wadas dan Sulawesi Tengah

Jumat (18/2) Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat (AMBER) melakukan aksi solidaritas berupa longmarch dan mimbar bebas. Aliansi tersebut terdiri dari beberapa Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yaitu IMM Renaissance FISIP, IMM Aufklarung Teknik, IMM Adolensensi FPP, IMM Tamaddun FAI, IMM Supremasi Hukum, IMM Rhodium UM, dan IMM Raushan Fikr FKIP.

Aksi ini merupakan sikap protes terhadap peristiwa pengepungan aparat kepolisian terhadap warga Desa Wadas (8/2) dan penembakan kepada massa aksi unjuk rasa di Paringi Moutung, Sulawesi Tengah (12/2).

  1. Hentikan perampasan lahan dan penambangan di Desa Wadas
  2.  Hentikan segala bentuk tindakan represif, intimidasi, dan pembungkaman yang dilakukan oleh aparat di Desa Wadas  dan Desa Paringi Moutung, Sulawesi Tengah
  3. Mengusut tuntas segala bentuk tindakan aparat atas meninggalnya Evaldi (Aldi) di Paringi Moutung, Sulawesi Tengah
  4. Menuntut kepada Kapolri untuk menghukum seberat-beratnya pelaku penembakan aktivis sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan mengusut kasus ini sampai benar-benar terang dan pelaku penembakan dapat ditangkap secepatnya
  5. Mendesak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah yang dinilai gagal dan lalai dalam memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa dalam mewujudkan aspirasinya
  6. Mendesak Presiden RI dan Komisi III DPR RI membuat peraturan perundang-undangan larangan kepolisian memakai senjata api saat pengamanan aksi dan unjuk rasa.

“Aparat yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat,” Syahrul Ramadhan selaku Koordinator Lapangan Aksi yang juga Ketua Bidang Hikmah IMM Renaissance. Praktik aparat saat ini, lanjutnya, berpotensi mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat.

“Tindakan represif dan hilangnya nyawa seorang massa aksi bukan tindakan yang seharusnya tercermin dari aparat,” tambahnya.

Longmarch tersebut diawali dari depan pintu timur Masjid A.R. Fachruddin UMM dan berakhir di depan Terminal Landungsari. Aksi yang dilakukan mampu mengundang puluhan aparat kepolisian Kota Malang, yang berjaga ketat di lokasi aksi. (fqh)

Author avatar
IMM Renaissance

Post a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

We use cookies to give you the best experience.