preloader
Get In Touch
541 Melville Ave, Palo Alto, CA 94301,
ask@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.705.5448
Work Inquiries
work@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.306.6725

Rindu yang Belum Terobati

Bulan ramadan tahun ini sudah berjalan hampir tiga minggu. Bulan yang menjadi kenangan tersendiri bagi setiap orang. Banyak orang yang merayakannya dengan sanak saudara mereka di kampung halamannya, namun tidak sedikit pula yang merayakannya di tanah rantau. Merayakan sendiri tanpa hadirnya sosok Ayah, Ibu, Adik dan Kakak bahkan kawan sekampung. Begitupun yang dirasakan anak rantu yang sedang menempuh pendidikan salah satunya di Kota Malang, yakni saya.

Sejak ramadan 2017 silam, saya bersama beberapa teman sekampung tidak bisa lagi mersakan indahnya sahur dan buka puasa bersama keluarga. Rumah saya di keluran Monta Baru atau biasanya dikenal kampung lapangan. Dikenal begitu karena dekat dengan lapangan bola.

Tiap menjelang buka puasa, kami sering berkumpul di dekat lapangan sambil menunggu azan magrib. Kenangan itu masih lekat hingga saat ini. Tidak hanya berkumpul, layaknya anak-anak remaja lain kami sering melakukan kegiatan yang juga bermanfaat. Seperti mengadakan lomba adzan, hafalan ayat pendek, membaca puisi untuk anak-anak sekitar kampung.

Bukan ramadan saja yang tak bisa saya rasakan, keindahan idul fitri pun demikian. Momen itu menjadi kenangan sejak keputusan mendalami pendidikan di Kota Malang ini. Di Malang, hal yang benar-benar bisa dilakukan saat ini hanya saling menatap muka masing-masing demi menghilangkan rasa rindu dengan keluarga di kampung. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika kita mendapat kabar bahwa beberapa dari keluarga dan tetangga telah meninggal dunia.

Saat ini, kami yang sama-sama kuliah di UMM. Saya sendiri mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan, beberapa teman saya ada jurusan Hubungan Internasional, Ekonomi Pembangunan, Teknik Elektronik dan Akutansi.  Ingin sekali rasanya pulang berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Sahur bersama, buka bersama dan merayakan idul fitri bersama.

Seringkali, datang pertanyaan-pertanyaan menohok dari teman-teman lainnya. “Kapan pulang?”, “Lebaran ini pulang kan?”. Sedih rasanya mendengar pertanyaan tersebut, namun apa boleh buat kami tidak bisa berkumpul bersama-sama mereka di momen-momen tersebut.

Jika rindu melanda, tak jarang sayang menyendiri dan berkaca-kaca menatap foto-foto keluarga. Ingin rasanya berkumpul, namun demi masa depan yang lebih baik saya harus menelanpil pahit ini. Tahun ini ingin rasanya kembali berkumpul bersama keluarga di rumah.

Apalagi saat mendengar informasi dari ibu bahwa kakak saya sedang hamil. Kabar itu menambah keingin saya untuk pulang di ramadan ini. Rasa rindupun semakin memuncak ketika mengingat usia ayah dan ibu makin menua, wajahnya semakin keriput pun dengan waktu bersama anak-anaknya yang kian berkurang pula. Namun demikian, sekali lagi rindu itu belum bisa kucapai untuk hari ini.

Entahlah apakah kerinduan itu akan terobati atau tidak. Melihat jadwal kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya yang padat, lagi-lagi kerinduan itu akan ku telan dalam-dalam. Kerinduanku hanya tinggal kerinduan.

Ayah dan Ibu, Anakmu di tanah rantau sedang berproses menjadi manusia yang lebih baik dan terus berjuang menjadi manusia bermanfaat bagi Persyarikatan, Umat dan Bangsa. Semoga rindu ini tidak hanya dirasakan oleh anakmu disini, semoga rindu ini pun Ayah dan Ibu rasakan. Akan tiba kerinduan ini akan diobati, bersabarlah.

 

Oleh Immawan Muhammad Ardi Firdiansyah. Staf Bidang Kader IMM Renaissance FISIP UMM Periode 2018-2019. Selain Staf Bidang Kader, Immawan yang akrab disapa Ardi ini juga menjadi bagian dari Korps Intrukstur IMM Renaissance periode 2018-2019.

Author avatar
IMM Renaissance

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

We use cookies to give you the best experience.