preloader
Get In Touch
541 Melville Ave, Palo Alto, CA 94301,
ask@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.705.5448
Work Inquiries
work@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.306.6725

Ingin Kuatkan Kesadaran Berpolitik, Kader ini Rilis Buku

Cinta dan militansi terhadap bangsa dapat diwujudkan dengan beragam cara. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Muhammad Ardi Firdiansyah, mahasiswa Ilmu Pemerintahan (IP) FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa yang akrab disapa Ardi ini, baru saja merilis buku Menimbang Kebaikan dalam Politik.

Dalam bukunya, Ardi menyoroti isu-isu sosial-politik nasional Indonesia dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tanah kelahirannya. Topiknya beragam, mulai dari demokrasi, diskriminasi SARA, korupsi, partai politik, lingkungan hidup, olahraga dan aktivisme mahasiswa.

“Masih banyak yang menganggap politik itu kotor dan jahat. Padahal tidak murni seperti itu,” jelas Ardi saat ditanyai terkait alasannya menulis buku dalam wawancara melalui telepon (25/8).

Ia merasa terusik untuk meluruskan pandangan miring tersebut, serta mencoba memberikan analisa, kritik dan saran terhadap beragam fenomena yang ia uraikan di bukunya.

Dengan latar belakangnya sebagai aktivis di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), tentu bukunya mengandung idealisme yang mencirikan gerakan mahasiswa.

Sebuah kontra narasi terhadap semakin banyaknya rakyat yang memupus harapan akan kehidupan publik Indonesia yang lebih baik. Satu di antaranya adalah analisa terkait fenomena loncat parpol yang kerap dilakukan para politisi.

Mahasiswa yang sedang menjadi Sekretaris Bidang Keilmuan IMM Renaissance FISIP UMM ini berpandangan, loncat parpol semakin menunjukkan banyak politisi hanya berpihak pada kepentingan pribadi. “Pilihan parpol menunjukkan ideologi politik yang menjadi pegangan hidup. Maka fenomena loncat parpol menunjukkan kaderisasi parpol yang tidak tertata rapi. Sistem perkaderan di organisasi mahasiswa ekstra (omek) jauh lebih bagus dalam menanamkan nilai ideologis yang akan dipegang aktivisnya,” tambahnya.

pemerintahan.umm.ac.id

Ardi melanjutkan bahwa hasrat menulis buku sudah dipendamnya sejak awal menjadi mahasiswa. Ia semakin termotivasi melihat beberapa alumni dan kader IMM yang getol menulis.

“Awalnya menulis itu berat. Tapi saya sering memotivasi diri. Habis menulis saya biasa sharing dengan orang-orang yang sekiranya dapat memberikan saran dan kritikan, sebelum dikirim ke media massa,” ungkap Ardi.

Dan pada semester tujuhnya kini, saat juga menjabat Ketua Bidang Sosial-Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UMM, ia berhasil mewujudkan hasratnya. Sesuatu yang langka, jika membandingkan dengan jumlah mahasiswa yang mampu menulis buku dalam masa pendidikan strata satu.

Author avatar
IMM Renaissance

1 comment

  1. Muh Junon Ode

    Mantaps kaka Ardi, sangat mencerahkan kader2 fisip

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

We use cookies to give you the best experience.