preloader
Get In Touch
541 Melville Ave, Palo Alto, CA 94301,
ask@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.705.5448
Work Inquiries
work@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.306.6725

Sejenak Merenung: Bumi dan Manusia di Tengah Pandemi Covid-19

Sembari duduk sejenak, mari mencoba merenungi, apa yang terjadi dengan bumi hari ini ?

Kini bumi kita telah dihadirkan dengan suatu bencana, yaitu wabah virus yang mematikan, ialah virus corona (Covid-19). Virus yang sangat kecil, tidak mudah dipandang oleh mata, hinggap dari tubuh ke tubuh manusia, lalu menyerang tanpa memandang bulu, dan kemudian membunuh ribuan jiwa umat manusia.

Kini bumi sedang diuji,  manusia pun sedang dilanda ketakutan dan kepanikan. Dapatkah kita sadari, apa arti dari semua ini ?

“Barangkali di sana ada jawabnya. Mengapa di tanahku terjadi bencana. Mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”, lantun Ebiet G. Ade.

Bahwa bencana melanda bumi saat ini adalah musibah dari Tuhan yang didalamnya tidak terlepas dari hukum kausalitas (sebab-akibat). Bencana gempa bumi, tanah longsor, tsunami, banjir, gunung meletus, serta tersebarnya virus corona saat ini, disebabkan karena akibat dari kelalaian manusia yang selalu bertentangan dengan tuntunan Tuhan. Manusia yang tidak pernah sadar dan bahkan bangga dengan dosa-dosa dari kesalahan yang diperbuatnya.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan  sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S. Ar-Rum [30] : 41).

Demikianlah kenyataan yang terjadi, manusia telah menghancurkan bumi dengan segala keserakahannya. Alam yang terus dieksploitasi tanpa adanya timbal balik dan kesadaran untuk memperbaiki, menjadikan alam dan manusia tidak bersahabat. Dan kini musibah virus corona yang datang menghampiri manusia, guna  menyadarkan akibat dari segala kelalaiannya.

Akal dan Kemuliaan Manusia

Berdasarkan fitrah penciptaannya, Tuhan telah menganugerahkan akal sejak hadirnya manusia di muka bumi. Akal merupakan salah satu dari karunia Tuhan yang paling agung. Manusia dengan potensi akalnya, mampu merubah dan menciptakan peradaban yang sangat mengagumkan. Dengan potensi akal, hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi  untuk memudahkan segala aspek urusan kehidupan manusia. Namun di balik dari keunggulan akal tersebut, justru banyak disalahgunakan manusia untuk melakukan tindakan sewenang-wenang karena dorongan hawa nafsu yang menjerumuskannya kepada keburukan.

Wabah virus corona yang menyebar saat ini adalah akibat dari keburukan yang dilakukan oleh manusia. Keburukan yang mendatangkan kerusakan, kemudian menjadi malapetaka besar dan penderitaan masif setelah kekayaan alam diekspolitasi besar-besaran oleh tangan-tangan serakah manusia.

Akal yang senantiasa dianjurkan untuk meraih kemuliaan, menghindari segala kehinaan, kokoh di bawah kendali hawa nafsu, dan menilai segala resiko buruk sehingga ia terus mewaspadainya. Namun, kebanyakan manusia akalnya telah hilang dan tidak menyadari akan hal itu. Akibatnya, dekadensi moral manusiapun terjadi dan manusia telah kehilangan harkat dan martabat kemuliaannya.

Khalifah di Muka Bumi

Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 30, Tuhan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Manusia merupakan makhluk paling istimewa yang dipilih menjadi wakil-Nya, kemudian telah diberi amanat dan tanggungjawab yang besar untuk menjaga dan merawat bumi ini.

Telah dijelaskan dalam surah Al-Ahzab ayat 30: “Sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh”.

Bukankah Tuhan telah mengaruniakan alam nan indah dan kaya kepada negeri ini? Daratan hijau yang terhampar, lautan nan mempesona dan sumber daya alam yang melimpah dengan beragam flora-fauna, bagaikan serpihan surgawi yang dititipkan di muka bumi. Tugas dan tanggung jawab kekhalifahan manusia yang telah dibekali akal lah yang memakmurkan sumber daya alam dengan baik dan menjaga dari tangan-tangan jahil yang hendak merusaknya.

Memang, manusia tak pandai bersyukur dan ingkar. Keangkuhan dan keserakahan telah merasuk jiwa sehingga tega berbuat zalim terhadap alam. Hutan ludes dibakar, ekosistem rusak, hewan-hewan mati terpanggang, udara penuh asap, dan kini virus corona menyebar, korban terkapar dan berjatuhan.

Sedikit menjadi bahan renungan bagi kita, bencana yang melanda bumi saat ini merupakan pertanda bahwa bumi sedang menangis. Seolah bumi meminta perhatian dan memberi pesan kepada manusia untuk berhenti mengekploitasi dan merusak alam, seolah bumi sedang berbicara untuk memperingatkan manusia dari segala sikap lalai dan serakah. Seolah bumi meminta waktu untuk bernapas dan memulihkan diri dari segala kerusakan.

Demikianlah yang terjadi dengan bumi sekarang. Dapatkah kita menyadari hal itu? Tentu, manusia lah yang menjadi jawabannya. (din)

 

Oleh: Immawan M. Isra (Kader Angkatan 2019)

Author avatar
IMM Renaissance

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

We use cookies to give you the best experience.