preloader
Get In Touch
541 Melville Ave, Palo Alto, CA 94301,
ask@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.705.5448
Work Inquiries
work@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.306.6725

Sebuah Dedikasi Perkaderan

Kira-kira beginilah percakapan beberapa tahun lalu – tidak kurang dari lima tahun lalu, “Harusnya kalian bangga kuliah di Malang, berproses di Renaissance dan akan kembali ke daerah untuk mengamalkan seluruh hal yang kalian pelajari disini,”.

Sampai tibalah masa itu menjadi kenyataan. Pribadi-pribadi yang belajar di komisariat pada akhirnya menjadi manusia yang lebih maju daripada sebelumnya. Bukan berlebihan, pribadi-pribadi terbaik hasil perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Renaissance FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tingkat Koordinator Komisariat (Korkom), Sandy Riyanto dilantik sebagai ketua umum dan Farah Auliana Putri sebagai komisi kadernya. Pada tataran cabang, Agit Wisnu Hartono menempati posisi Ketua Bidang Media dan Komunikasi, sedangkan Nur Mustikasari Ibsan pada posisi Ketua Bidang Immawati.

Malam ini, 9 Maret 2019 akan dilantik Immawan M. Zaki Mubarak, S.IP dan Immawati Faridha K. Noorkusuma, S.IP sebagai pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalimantan Selatan. Zaki dengan kapasitas dan kapabilitasnya dipercaya sebagai Sekretaris Umum dan Faridha dipercaya sebagai Ketua Bidang Riset Penelitian dan Keilmuan.

Keesokan harinya 10 Maret 2019, Immawan Fajrin Fadlillah, S.IP dilantik sebagai Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik di DPD IMM Jawa Timur. Kader-kader terbaik Renaissance pun juga duduk di level pusat seperti  Baikuni Alshafa, S.IP sebagai Sekretaris Bidang Maritim dan Agraria Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM serta Ade Candra Sutrisna, S.Ikom dan Abdul Jalil Mursyid, S.Ikom sebagai Ketua serta anggota Lembaga Semi-Otonom Jurnalistik, Media dan Komunikasi DPP IMM. Sekali lagi inilah sumbangsih nyata dari elemen terkecil organisasi.

Bukan bermaksud berlebihan, tetapi keluarga besar Renaissance patut berbangga. Ini tentu perjuangan dan proses panjang yang menghasilkan luaran yang lahir dari dedikasi perkaderan. Hasil nyata dari sebuah pendidikan, yang “digodok” sedemikian rupa oleh level terbawah organisasi dengan tingkat idealisme yang tidak main-main.

Susah senang dirasakan bersama, tidak membiarkan satu sama lain bertindak liberal, saling mengingatkan dan mengkritik merupakan santapan sehari-hari. Belum lagi pressure dari senior. Hal ini untuk memberikan sedikit gambaran bahwa sebagai unsur terkecil organisasi ada perubahan mendasar terkait orientasi perkaderan yang semula apatis tentang jenjang karir organisasi yang lebih tinggi, menjadi sadar dan dirasa penting. Juga mulai bergeser pada keadaan yang mendorong tiap kader-kader terbaiknya berkarir ke jenjang lanjutan. Amanah dan tanggung jawab ini harus diemban dengan baik oleh mereka yang duduk sebagai pimpinan tertinggi di masing-masing posisi yang diamanahkan.

Keberadaan kader-kader tersebut juga merupakan sebuah lecutan untuk terus melakukan proses perkaderan yang lebih baik lagi, demi keberlangsungan roda organsisasi yang lebih maju dengan membentuk kader-kader yang berkualitas dan berintegritas.

Jika kita ingat tiap proses yang dijalani di level grassroot ini, Renaissance adalah kelahiran kembali dan pencerahan. Maka kader-kader Renaissance sudah seharusnya menjadi pembeda dan tentunya mencerahkan. Sekali lagi, selamat untuk kader-kader terbaik Renaissance yang telah mendapatkan amanah baru. Semoga dapat mengabdi dengan ikhlas, berdedikasi dan bertanggung jawab. Mencintai tidak harus memuji tapi mengkritik sebagian dari mencintai. Jayalah IMM Jaya!

*Zelahenfi

Author avatar
IMM Renaissance

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

We use cookies to give you the best experience.